The Most Dangerous Game, Tentang Manusia sebagai Pelaku dan Korban dari Praktek Kekuasaan
Pada tahun 1924, jauh sebelum istilah privilege , algoritma , atau komodifikasi manusia digital memasuki kosakata publik, Richard Connell sudah menulis salah satu alegori kekuasaan paling gelap dalam sastra modern: The Most Dangerous Game . Cerita ini tampak seperti kisah petualangan yang memindahkan pembaca ke pulau terpencil, tetapi hari ini ia bekerja seperti cermin yang memantulkan cara manusia diburu, dinilai, dan diposisikan dalam hierarki kekuasaan berbasis kelas maupun digital. Ketika Rainsford terdampar di pulau milik Jenderal Zaroff, ia mendapati bahwa perburuan di pulau itu tidak lagi berupa hewan, tetapi manusia. Zaroff berkata dengan tenang: “I hunt the scum of the earth—sailors from tramp ships… It gives me pleasure.” Dalam kalimat singkat ini, Connell memadatkan seluruh struktur kekuasaan modern: mereka yang memiliki hak istimewa menggunakan tubuh dan kehidupan yang dianggap “rendahan” sebagai objek hiburan, eksperimen, atau komoditas. Zaroff adalah representasi palin...