The Story of an Hour ditinjau dari Psikologi dan Isu Feminisme Modern
Di antara karya sastra pendek yang paling sering disalahpahami dalam sejarah, The Story of an Hour karya Kate Chopin menempati posisi istimewa. Cerita ini kerap dibaca sebagai kisah ironis tentang kematian mendadak seorang perempuan berpenyakit jantung. Namun pembacaan semacam itu gagal menangkap inti radikalnya. Chopin tidak sedang menulis tentang penyakit jantung; ia menulis tentang ketegangan antara struktur sosial dan kesehatan mental perempuan, jauh sebelum istilah “mental health”, “burnout relasional”, atau “emotional labor” dikenal secara luas. Dalam rentang waktu satu jam, Louise Mallard mengalami apa yang oleh psikologi modern disebut sebagai epifani eksistensial, yaitu momen singkat ketika subjek menyadari bahwa penderitaannya bukan semata persoalan pribadi, melainkan hasil dari struktur relasi yang meniadakan dirinya. Kesadaran ini, sebagaimana akan kita lihat, justru menjadi titik paling berbahaya dalam hidup Louise. Chopin membuka ceritanya dengan penekanan pada kon...