Memberi Gambar pada Kesunyian - Membaca Buku Puisi Muzammil Frasdia "Hikayat Sunyi"
A. Sunyi yang Tak Semata Kosong Ini sepi masih kutemani, Sayang Dan terus menulis sajak tentangmu Sekalipun tubuh mau remuk Menahan dera sakit yang menyergap pinggangku (Rumah Gubuk) Petikan puisi di atas adalah karya Muzammil Frasdia yang ingin saya jadikan petunjuk untuk memasuki dunia kesunyian dalam aku lirik penyairnya melalui buku puisi yang secara terang-terangan (melalui judul bukunya, Hikayat Sunyi) akan mengajak majelis pembaca berakrab-akrab dengan (apa yang banyak dituliskan dalam buku ini) sunyi. Sunyi – selain berarti kosong, nir bebunyian, atau ketiadaan interaksi – juga berarti kebebasan, menurut kamus, sedangkan sepi selain sinonim dengan sunyi, juga menyatakan pertanyaan terhadap eksistensi, yang tidak hanya menyasar pihak lain tetapi juga menuju pada diri sendiri. Bisa diasumsikan, melalui Hikayat Sunyi ini, Muzzammil Frasdia hendak mengutarakan beragam versi ataupun sisi dari kata yang disebut “sunyi” ini. Di tangan M...